China Kembangkan Pertanian Padi di Kalimantan Tengah, Peluang Menjadi Mitra Bisnis

0
32

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan bahwa China siap membantu mengembangkan pertanian di Kalimantan Tengah dengan memberikan teknologi padinya. Proyek ini akan dimulai pada Oktober 2024.

“Kita (Indonesia) minta mereka (China) memberikan teknologi padi mereka, di mana mereka sudah sangat sukses menjadi swasembada. Mereka bersedia,” ujar Luhut sebagaimana dipantau melalui akun instagram resminya Luhut pandjaitan di Jakarta, Minggu, 21 April 2024

Kesepakatan ini merupakan hasil dari Pertemuan Ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI-RRT di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 19 April 2024.

Luhut menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan teknologi padi China karena negara tersebut telah mencapai swasembada pangan dengan sukses.

Langkah selanjutnya adalah mencari mitra lokal untuk bekerja sama dalam pengembangan ini. Luhut mengatakan bahwa tanah di Kalimantan Tengah sudah tersedia hingga 1 juta hektar, dan pengelolaan lahan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari 100 ribu hektar.

Perum Bulog ditunjuk sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan hasil produksi. Luhut berharap proyek ini dapat dimulai dalam waktu 6 bulan.

Ia juga berharap untuk melibatkan pemuda Indonesia yang bergelut di bidang pertanian dalam proyek ini.

Menurut Luhut, proyek ini sangat penting karena padi merupakan komoditas penting bagi Indonesia. Indonesia masih harus mengimpor beras, dan proyek ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan tersebut.

“Selalu masalah kita adalah padi. Beras selalu kita impor, 2 juta lah, 1,5 juta lah. Jadi, kalau program ini jalan, dan menurut saya harus jalan, kita sebenarnya minta 4–5 ton saja,” ucap dia.

Luhut menegaskan bahwa realisasi investasi terkait agrikultur untuk mewujudkan ketahanan pangan sangat mendesak. Oleh karena itu, ia gencar mendorong kolaborasi dengan China dalam adopsi modelling China dalam bidang riset dan teknologi pertanian, serta penguatan kualitas produk pertanian, terutama untuk padi.

“Kita harus menjadi lumbung pangan di masa depan,” Pungkas Luhut.***

Leave a reply