Pemprov Jatim Jamin Stok BBM Aman, Penyaluran Dioptimalkan

BI-Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Jatim dalam kondisi aman.
Kepastian tersebut diperoleh usai koordinasi intensif antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang menginstruksikan PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat ketahanan stok dan kelancaran distribusi.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, ketahanan stok BBM di terminal bahan bakar utama milik PT Pertamina (Persero) bahkan telah ditingkatkan beberapa waktu terakhir guna mengantisipasi serta mengakomodir lonjakan konsumsi oleh masyarakat.
“Tuban ini fuel terminal-nya menyuplai ke wilayah Indonesia timur termasuk ke Jawa Timur itu sendiri. Dari Tuban dengan pipa dibawa ke Surabaya. Nah, itu harus tersedia stok. Kalau kemarin waktu kita cek kan 60.000 kiloliter akan menjadi 80.000 kiloliter, ini dari 6 hari naik menjadi 8 hari,” ujar Emil, Selasa (27/10/2026).
Ia menyebut, distribusi BBM di Jawa Timur bertumpu dua pintu masuk utama, yakni Terminal BBM Tuban dan Depo Tanjung Wangi. Depo Tanjung Wangi berperan sentral melayani pasokan bahan bakar di kawasan Banyuwangi dan wilayah Tapal Kuda atau bagian timur Provinsi Jawa Timur.
Guna mempercepat penyaluran BBM ke daerah-daerah pedalaman dan kepulauan yang terdapat di Provinsi Jawa Timur, Emil menjelaskan pemerintah beserta BPH Migas telah menginstruksikan optimalisasi berbagai moda transportasi agar pasokan bahan bakar tetap terjaga di wilayah-wilayah tersebut.
Emil menjelaskan skema penyaluran pertama adalah menggunakan jalur kereta api. Pengiriman dari Surabaya menuju depo di kawasan Madiun dan Malang Raya dioptimalkan menggunakan moda transportasi berbasis rel tersebut.
Selanjutnya, skema penyaluran kedua adalah menempuh jalur laut. Emil menyebut, pasokan ke Pulau Madura disuplai dari Surabaya menuju Depo Camplong menggunakan armada kapal kargo yang akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
Selanjutnya, armada-armada pengangkut bahan bakar juga diperkuat kuantitasnya. Emil menyebut, armada truk tangki yang sempat diperbantukan ke luar wilayah Jawa Timur telah ditarik kembali untuk memperkuat distribusi BBM di wilayah setempat.
“Perintahnya saya ulang sekali lagi, Sekjen, BPH Migas, semuanya harus terisi dengan stok yang memadai. Yang dari armada, ada beberapa armada yang tadinya diperbantukan ke luar Jawa Timur sudah dikembalikan lagi di Jawa Timur juga,” bebernya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap pasokan BBM, Emil mengatakan, pemerintah belum mengeluarkan arahan pembatasan pembelian bahan bakar. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap membeli BBM sesuai pola konsumsi normal serta menghentikan panic buying.
“Yang dikhawatirkan kalau ternyata tidak ada barang, di depo tidak ada BBM, apakah karena masalah global? Nah, sejauh ini informasi dan fakta lapangan tidak menunjukkan demikian. Bahwa sempat ada gangguan, itu sudah diakui oleh Pertamina. Ada gangguan, terutama di wilayah Bali dan juga untuk menyetok yang ada di wilayah Jawa Timur, dan gangguan itu sudah teratasi, proses pemulihannya berlangsung gradual,” ucap dia.
Menurut Emil, perubahan pola pembelian masyarakat yang mendadak, seperti mengisi BBM berkali-kali dalam sehari, sesungguhnya dapat memicu tekanan pada sistem logistik serta menyebabkan antrean panjang di SPBU, meskipun pasokan di depo secara faktual terhitung mencukupi kebutuhan publik.
“Ada orang yang kemudian saya tetap menjaga pola beli saya seperti normal, ada yang kemudian melakukan pembelian, ya baru berkurang sedikit beli lagi, beli lagi gitu kan, antrean jadi panjang, ya kan. Kemudian mengisi ulang stoknya juga. Jadi, kembali kepada sistem di tengah masyarakat. Kita ini memang tentu semua ya bisa kita juga hitung lah secara logis bagaimana pola konsumsi ini akan berdampak pada aspek logistiknya gitu,” kata dia.****















