Maksimalkan Potensi Pariwisata Halal, PPHI Gelar Seminar & Forum Silaturahmi

0
89

BI – Berdasarkan standar Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2022 yang dipublikasi oleh Mastercard-Crescent, Indonesia dinobatkan sebagai destinasi wisata halal (halal tourism) terbaik kedua di dunia, setelah Malaysia. Sedangkan berdasarkan Global Islamic Economy Report 2022 yang dipublikasi oleh DinarStandard, Indonesia meraih peringkat ke empat sebagai negara dengan indikator ekonomi berbasis islam secara global.

Dalam indikator Global Islamic Economy Report 2022 secara rinci peringkat Indonesia dari sisi keuangan islami menempati peringkat ke enam. Untuk makanan halalnya peringkat ke dua. Dari sisi fesyen halal, Indonesia menempati urutan ke tiga. Dari sisi industri obat-obatan dan kosmetik halal, Indonesia masih rangking ke delapan. Sedangkan dari sisi ketersediaan paket perjalanan muslim-friendly serta rekreasi halal, urutan Indonesia masih belum mencapai 10 besar.

Dari data di atas menunjukan bahwa potensi pariwisata halal di Indonesia sangat besar. Apalagi Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menjadikan pangsa pasar pariwisata halal semakin besar. Untuk memaksimalkan potensi pasar tersebut, Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Jawa Timur menggelar seminar yang bertajuk “Peluang dan Tantangan Bisnis Pariwisata Halal Di Jawa Timur”

Seminar yang diadakan di Namira Syariah Hotel, Surabaya, 20/3/2023, bertujuan untuk merajut kembali silaturahmi diantara para pelaku usaha pariwisata di Jawa Timur. Serta menjadi wadah sharing informasi oleh narasumber, antar para pelaku usaha serta semua stakeholder. Dalam seminar tersebut, hadir para profesional sebagai narasumber.

Antara lain, Wakil Ketua Umum KADIN Jatim Bidang Investasi dan Perizinan, M. Turino Junaedy; Ketua PWM Jatim sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr.Sukadiono, MM; Ketua Umum Jaringan Wisata Muhammadiyah, MT Arbas. Seminar tersebut juga dihadiri oleh berbagai pelaku usaha dan asosiasi pariwisata di Jatim seperti GIPI, PHRI, ASITA, ASSPI, PHI, ASPERDA dll, Bank Indonesia, serta berbagai stakeholder industri pariwisata lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PPHI Jatim, Mohammad Soleh mengatakan bahwa pihaknya sangat bahagia melihat antusiasme para pelaku usaha yang menghadiri event seminar yang baru pertama kali diadakan setelah pandemi Covid-19. Menurutnya, event tersebut merupakan momentum bagi PPHI Jatim dan seluruh stakeholder termasuk JWM untuk lebih aktif menyebarkan informasi pariwisata halal untuk memaksimalkan potensi pariwisata hahal di Indonesia dan Jatim melalui berbagai program dengan tujuan untuk menjadikan Halal Is My Life Style.

Tindak lanjut dari event ini adalah dengan membuat forum silaturahmi pariwisata halal jatim berupa grup Whatsapp. Lebih lanjut, PPHI Jatim juga akan mengirimkan laporan dan rekomendasi hasil seminar kepada ketua Masyarakat Ekonomi Jatim (MES) dan stakeholder. Selanjutnya diadakan pertemuan rutin bulanan antar asosiasi pariwisata.**

Leave a reply