Di HUT Ke 50, HKTI Soroti Minimnya Minat Generasi Muda Menjadi Petani

0
82

BI – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), yang telah mencapai usia 50 tahun, menaruh perhatian khusus pada kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari komitmennya, HKTI melaksanakan penanaman pohon bambu secara serentak dalam rangka peringatan HUT HKTI.

Ketua Umum DPN HKTI, Fadli Zon, menjelaskan bahwa pemilihan pohon bambu didasarkan pada manfaatnya yang meliputi penahan erosi tanah dan penghasil oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu pohon bambu mampu menyuplai kebutuhan oksigen untuk dua orang.

Selain itu, di usia 50 tahunnya, HKTI juga bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadikan sektor pertanian sebagai dasar pembangunan nasional.

Fadli Zon, mengungkapkan pentingnya mendorong petani untuk menciptakan nilai tambah dan tidak hanya terbatas pada kegiatan pertanian di lahan sendiri. Ia menekankan perlunya petani mengembangkan jiwa kewirausahaan dalam bidang agribisnis.

Untuk mencapai hal ini, pemerintah perlu memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana pertanian serta regulasi yang mendukung petani.

HKTI juga merasa prihatin dengan minimnya minat generasi muda untuk menjadi petani. Data menunjukkan bahwa rata-rata usia petani di Indonesia saat ini adalah 54 tahun.

Untuk itu, diperlukan upaya regenerasi dengan memberikan pendidikan, pemahaman, dan akses kepada anak-anak muda agar mereka tertarik dan terlibat dalam sektor pertanian.

Meskipun terdapat inovasi teknologi pertanian, namun tetap diperlukan sumber daya manusia yang memadai di sektor pertanian, lanjut Fadli Zon.**

Leave a reply