API Proyeksikan Dampak Positif Pemilu pada Penjualan Produk Tekstil

0
77

BI – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan bahwa musim pemilu memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan industri tekstil. Namun, efek positif tersebut diprediksi tidak akan maksimal karena industri dalam negeri tertekan oleh produk impor.

Menurut Danang Girindrawardana, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), tahun politik ini berpotensi memberikan manfaat bagi pelaku industri tekstil, terutama pada kategori produk tertentu seperti kaos.

Para pelaku usaha berharap permintaan domestik dapat meningkat sehingga dapat mendorong kinerja industri tekstil. Namun, momen peningkatan penjualan pada dua tahun terakhir, terutama saat Lebaran, dinilai belum cukup untuk memulihkan industri tekstil.

Situasi ekspor yang mengalami pelemahan juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha di industri tekstil. Danang menyebut bahwa permintaan dari luar negeri belum menunjukkan perbaikan yang signifikan karena negara-negara pembeli utama seperti Eropa, Amerika, dan beberapa negara di Asia menghadapi masalah ekonomi.

Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, Ketua Umum API, mengungkapkan bahwa sebanyak 70 persen hasil produksi tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri dipasarkan di pasar domestik. Banjir impor akan berdampak buruk pada sektor TPT karena industri tersebut saat ini tidak dapat mengandalkan permintaan dari luar negeri, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa yang tengah terpuruk akibat perang Rusia-Ukraina.

Dalam situasi ini, para pelaku industri tekstil di Indonesia perlu menghadapi tantangan dengan bijaksana. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan daya saing produk tekstil dalam negeri agar dapat bersaing dengan produk impor. Dukungan dari pemerintah juga diharapkan agar industri tekstil Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif pada perekonomian negara.

Selain itu, para pelaku usaha di industri tekstil juga perlu terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk. Upaya untuk mengekspor produk tekstil ke pasar-pasar yang sedang berkembang juga perlu dilakukan guna mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri yang saat ini sedang mengalami tekanan ekonomi.

API dan para pelaku industri tekstil lainnya perlu bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri tekstil dalam negeri. Dengan kerja sama yang baik dan langkah-langkah strategis, diharapkan industri tekstil Indonesia dapat menghadapi tantangan saat ini dan tetap menjadi sektor yang berdaya saing di pasar global.**

Leave a reply