Ritel Indonesia: Dampak Boikot Produk Belum Terasa, Transaksi Normal

0
71

BI – Dalam respons terhadap ramainya ajakan untuk memboikot produk-produk global yang disebut pro Israel, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey, menyatakan bahwa hingga saat ini, boikot tersebut belum berpengaruh terhadap berbagai toko ritel di Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya saat dihubungi oleh detikcom pada Senin (13/11/2023).

Roy menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan dari anggota-anggota Aprindo mengenai dampak boikot, dan isu tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap penjualan produk. Belum ada perubahan apapun dalam hal transaksi dan pembelian. Sampai hari ini belum ada perubahan dan laporan dari anggota Aprindo.

Meskipun demikian, Roy menyampaikan harapannya agar isu tersebut tidak akan berdampak secara signifikan terhadap ritel modern. Ia memberikan ruang bagi masyarakat untuk memiliki pendapat terkait isu tersebut, namun juga berharap agar masyarakat dapat bijak dalam memisahkan konflik geopolitik dan kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, masyarakat Indonesia diharapkan sudah cukup cerdas untuk membedakan mana yang bersifat geopolitik dan mana yang merupakan kebutuhan masyarakat.

Roy yakin masyarakat Indonesia sudah cukup cerdas untuk membedakan mana yang geopolitik dan kebutuhan sehari-hari. Apalagi informasi berita boikot itu belum bisa dipastikan asal beredarnya. Beritanya sulit dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya, serangan Israel ke Gaza telah mencetuskan gerakan boikot terhadap produk-produk pro Israel. Beberapa negara, seperti Turki dan Bahrain, telah memboikot produk-produk tertentu yang dianggap terkait dengan dukungan terhadap Israel. Meskipun demikian, dampak dari gerakan boikot ini belum terasa di tingkat ritel Indonesia, setidaknya menurut penilaian Aprindo.

Leave a reply