Catat Rekor! Ekspor Perikanan RI Melonjak, Tembus Rp 64,3 Triliun di Tahun 2023

0
85

BI – Peningkatan ekspor perikanan Indonesia terus menjadi sorotan dengan mencapai prestasi yang mengesankan. Hingga bulan September 2023, nilai ekspor produk perikanan telah mencapai US$ 4,1 miliar atau setara dengan Rp 64,3 triliun (dengan kurs Rp 15.703), demikian yang dicatat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kabar gembira ini disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, dalam rapat bersama Komisi IV DRR RI di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/11/2023).

Capaian positif lainnya yang berhasil diukir adalah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan, yang melonjak hingga Rp 1,1 triliun. Selain itu, terdapat pencapaian signifikan dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan III sebesar 6,78%, dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 2,7% dan nilai mencapai Rp 214,18 triliun.

Edhy Prabowo menyabut, rata-rata nilai tukar nelayan mencapai 105,89, sementara nilai tukar budidaya ikan berada pada angka 105,07.

Edhy Prabowo juga memberikan gambaran mengenai jumlah produksi perikanan hingga triwulan III-2023. Produksi perikanan mencapai angka mencengangkan, yaitu 18,5 juta ton, terdiri dari perikanan tangkap sebanyak 5,76 juta ton dan perikanan budi daya sebanyak 12,74 juta ton, yang terdiri dari ikan sebanyak 4,75 juta ton dan rumput laut sebanyak 7,98 juta ton.

Sebelumnya, diketahui bahwa China menjadi salah satu destinasi utama ekspor produk perikanan Indonesia. Menteri Edhy Prabowo menjelaskan bahwa peningkatan ekspor ke China dipicu oleh pertumbuhan pasar produk perikanan di negara tersebut yang mencapai 22% per tahun selama 5 tahun terakhir.

Berdasarkan data International Trade Statistic, pada tahun 2022, impor produk perikanan China mencapai US$ 23,5 miliar atau 12% dari total impor dunia, menjadikannya sebagai negara pengimpor produk perikanan terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Udang menjadi komoditas impor utama China dengan nilai mencapai US$ 6,29 miliar, disusul oleh Tepung Ikan, Lobster, Rajungan-Kepiting, Salmon-Trout, dan Cumi-Sotong-Gurita dengan nilai impor masing-masing.

Leave a reply