Pembangunan Inklusivitas di Jawa Timur Ditekankan oleh Gubernur Khofifah

0
67

BI – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pembangunan di Jawa Timur telah diarahkan menuju inklusivitas, dengan berbagai program yang difokuskan pada inklusi sosial ekonomi bagi para penyandang disabilitas. Upaya ini sejalan dengan tema Hari Disabilitas Internasional 2023, “United in Action to Rescue and Achieve the SDGs for, with and by Persons with Disabilities.”

Dalam pernyataannya pada Minggu (3/12/2023), Gubernur Khofifah menyatakan bahwa pembangunan inklusivitas ini mencakup pembangunan dan renovasi infrastruktur dengan fasilitas ramah disabilitas. Tempat-tempat pelayanan publik di Jawa Timur dirancang agar dapat diakses oleh kursi roda, dan tanda-tanda yang dapat dipahami oleh disabilitas sensorik.

“Dengan koordinasi, perencanaan, dan pelaksanaan yang cermat, kita harapkan seluruh saudara-saudara kita penyandang disabilitas memiliki derajat kesehatan yang optimal, mampu menunjang produktivitas dan partisipasi dalam masyarakat dan pembangunan,” lanjutnya.

Gubernur Khofifah juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki 7 Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang menangani disabilitas, menjadi yang terbanyak di Indonesia. Pencapaian ini diakui dengan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (KemenPAN RB) bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim sebagai unit pelayanan publik terbaik penyedia sarpras ramah kelompok rentan.

Di sektor pendidikan, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa seluruh sekolah di Jawa Timur telah menjadi sekolah inklusi dan akan bergerak menuju penyediaan tenaga pendidik khusus untuk sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus.

“Sedangkan di bidang kesehatan, disabilitas diprioritaskan dalam aksesibilitas di pusat-pusat layanan kesehatan, termasuk perhatian luar biasa dalam deteksi dini untuk disabilitas,” katanya.

Pelayanan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas juga terus diselenggarakan oleh pemerintah, melibatkan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.

Gubernur Khofifah menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberikan bantuan signifikan, seperti bantuan alat bantu mobilitas disabilitas, program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), serta inisiasi GADIS KITA (Galery Disabilitas Kita Setara) untuk meningkatkan kemandirian disabilitas melalui wirausaha.

Pada peringatan Hari Disabilitas Internasional di Trenggalek, Gubernur Khofifah menerima penghargaan MURI sebagai pemrakarsa Mengaji Bahasa Isyarat Disabilitas Tuli Terbanyak. Di acara tersebut, ia menekankan perlunya pendekatan pemberdayaan terhadap penyandang disabilitas, mengarah pada kesamaan hak, peluang, dan aksesibilitas.

“Saat ini adalah hari teman-teman disabilitas, di mana kita akan bergembira dan mengapresiasi teman-teman disabilitas,” pungkas Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang mewakili Gubernur Khofifah dalam menerima penghargaan.

Leave a reply